serba salah

 

7/7/2010 - Quote

malas mengurus tumblr hehe

7/7/2010 - Audio

[Flash 9 is required to listen to audio.]

arhazrunailua:

presidentialstop:

dionduren:

anggakusumadinata:

Mengenang A.T. Mahmud, sang komposer dan pencipta lagu-lagu anak.

Ambilkan Bulan, Bu…

Lagu ini adalah salah satu lagu favorit ketika saya kecil dan masih dikenang sampai hari ini.

Lagu ini sempat jadi bahan tertawaan saya dan kawan-kawan ketika di Parongpong saat gerhana dan gempa minggu lalu. Sambil memandang ke atas dan menyaksikan langit dengan sang bulan yang berperilaku aneh, ada seorang kawan kami yang nyeletuk..

“Ambilkan Bulan, Bu..” (nyanyi)
“Kamu ini, anak durhaka..! Nyuruh Ibu macem2!”

Haha.. Terima Kasih. Lagu-lagu beliau saya yakin pasti juga menaruh banyak kenangan dalam setiap benak orang yang pernah mendengarnya.

Yup. Selamat jalan. Semoga amal ibadah beliau mengantar beliau ke tempat tertinggi di sisi Allah.

 waktu konser tribute to A.T Mahmud, dia cerita ke gue. lagu ambilkan bulanbu tuh ceritanya:

anaknya mau hang-out gitu keluar, tp ga boleh sama A.T Mahmud, terus, dia ngambek dia ngunci diri di kamar gitu terus duduk di balkon sambil ngeliat bulan. terus, A.T Mahmud ngeliat dari bawah, jadilah lagu.

sedih deh, pengen balik ke konser tribute to A.T Mahmud lagi :((

1/19/2010 - Quote

cape males banget ih !

1/6/2010 - Conversation

si udin 2

  • udin: nnng, mang atuh, nng, huaaaa.. (nangis)
  • emang: eeeeeeh, jempe ! repeh moal sia?
  • udin: huaaa.. (nangis)
  • emang: eeh, repeh ! lamun teu repeh yeuh, ku emang di weuweulan sambel geura !
  • udin: nng,(nangis) make sangu atuh mang, nnng.. jeung eta nng, gepuk ..
  • wkwkwkwkwkwk

1/6/2010 - Conversation

si udin

  • udin: mang, mang, kiri mang, kiri mang,
  • supir: ieu ongkos na mang, angsulan
  • supr: timana jang?
  • udin: ti.. rerencangan abdi .
  • wkwkwkwkwkwkwk

HARI INI EMPAT BELAS TAHUN YANG LALU

Hari yang aku nanti kini telah hadir bersamaku di sini

Kedua tangannya memegang kedua tanganku Kedua matanya menatap kedua mataku

Ia tersenyum lalu ia menyatu ke dalam tubuhku sambil berbisik “Happy Birthday Dyah Ayu”

Tiba-tiba aku merasa semua mata tertuju padaku mereka menyapa dan menagih janjiku

“Hai, pakabar Dyah Ayu? Aku rindu pada janjimu” Seketika aku terjaga dari mimpiku

Mimpi untuk meraih cita-citaku Mimpi untuk memelihara ibadahku

Mimpi untuk memupuk cintaku Dan mimpi-mimpi lain yang terpendam dalam lubuk hatiku

Mimpi-mimpi itulah yang selama ini selalu mengganggu tidurku Entah berapa kali aku mencoba membunuh mereka yang mencoba membunuh mimpiku dengan belajarku, dengan sholatku, dengan ketekunanku

Tetapi sekian kali pula mereka menertawaiku “Percuma saja, Dyah Ayu”

Hari ini sekali lagi aku berjanji pada diriku Aku bertekad untuk membuat dan meniti Jalan Baru

“Now you must be the Winner, unless you’ll be the Loser forever”

Hari ini empat belas tahun yang lalu Orang bilang aku keluar dari rahim Mamaku

Aku menangis dan orang-orang di sekitarku gempar menyambut kehadiranku

Orang bilang aku lahir ketika Mama baru saja melangkah ke luar rumah

Hari ini empat belas tahun yang lalu Ijinkanlah pada hari ultahku ini aku membagi sepotong kue kebahagiaanku padamu

> ———————- <

Bandung, 30 April 2008

Dyah Ayu Kusumawardhani

11/4/2009 - Quote

tenaang, masih ada yang lebih kecil dari kamu .
— hahahah (sinis)

11/3/2009 - Quote

kapan bisa berevolusi?
— kapan2