serba salah

 

HARI INI EMPAT BELAS TAHUN YANG LALU

Hari yang aku nanti kini telah hadir bersamaku di sini

Kedua tangannya memegang kedua tanganku Kedua matanya menatap kedua mataku

Ia tersenyum lalu ia menyatu ke dalam tubuhku sambil berbisik “Happy Birthday Dyah Ayu”

Tiba-tiba aku merasa semua mata tertuju padaku mereka menyapa dan menagih janjiku

“Hai, pakabar Dyah Ayu? Aku rindu pada janjimu” Seketika aku terjaga dari mimpiku

Mimpi untuk meraih cita-citaku Mimpi untuk memelihara ibadahku

Mimpi untuk memupuk cintaku Dan mimpi-mimpi lain yang terpendam dalam lubuk hatiku

Mimpi-mimpi itulah yang selama ini selalu mengganggu tidurku Entah berapa kali aku mencoba membunuh mereka yang mencoba membunuh mimpiku dengan belajarku, dengan sholatku, dengan ketekunanku

Tetapi sekian kali pula mereka menertawaiku “Percuma saja, Dyah Ayu”

Hari ini sekali lagi aku berjanji pada diriku Aku bertekad untuk membuat dan meniti Jalan Baru

“Now you must be the Winner, unless you’ll be the Loser forever”

Hari ini empat belas tahun yang lalu Orang bilang aku keluar dari rahim Mamaku

Aku menangis dan orang-orang di sekitarku gempar menyambut kehadiranku

Orang bilang aku lahir ketika Mama baru saja melangkah ke luar rumah

Hari ini empat belas tahun yang lalu Ijinkanlah pada hari ultahku ini aku membagi sepotong kue kebahagiaanku padamu

> ———————- <

Bandung, 30 April 2008

Dyah Ayu Kusumawardhani